Cerita Dewasa - Sepi Sunyi Pembawa Nikmat

Cerita Dewasa – Sepi Sunyi Pembawa Nikmat

Posted on
Agen Betting Terpercaya Obat Pembesar Penis
VIMAX viagra

Cerita Sex Terbaru – Sepi Sunyi Pembawa Nikmat | Cerita ini terjadi kira-kira 2 tahun yang lampau. Saat itu aqu masih kuliah. Aqu sedang sendirian di rumah, karena orang tuaqu sedang pergi ke luar kota menghadiri sebuah acara. Sebenarnya, aqu sudah sering ditinggal sendirian di rumah. Namun entah mengapa, malam itu aqu merasa sangat kesepian. Setelah ragu-ragu sejenak, akhirnya aqu memutuskan untuk menelpon pacarku, Hassan, dan memintanya untuk menemaniku. Dia pun menyetujuinya bahkan berencana untuk menginap.

Cerita Dewasa - Sepi Sunyi Pembawa Nikmat Cerita Dewasa TerbaruCerita Sex Terbaru – Sepi Sunyi Pembawa Nikmat | Satu jam lalu, dia datang. Kita mengobrol sejenak. Karena malam itu adalah malam minggu, maka kita berencana untuk pergi nonton. Satu hal yang Tak mungkin kulaqukan saat orang tuaqu ada di rumah.Pukul 21:00 kita keluar, tapi kita Tak langsung menuju gedung bioskop, melainkan mencari makan dulu. Setelah itu, kita memesan tiket. Bioskop yang kita kunjungi ini dekat dengan rumahku, dan Tak terlalu ramai walau malam minggu sekalipun. Jadi kita dapat bebas memilih tempat duduk. Seperti biasa, kita memilih tempat duduk favorit kita. Barisan tengah, dekat tembok.

Cerita Sex Terbaru – Sepi Sunyi Pembawa Nikmat | Setelah menunggu beberapa waktu, akhirnya film pun dimulai. Pada mulanya, kita hanya saling berpegangan tangan dan sesekali tangannya membelai wajahku. Ketika film sudah setengah jalan, ada adegan dimana pemainnya melaqukan hubungan badan (yang lalu disensor). Aqu meliriknya, dia terlihat acuh tak acuh, tapi mendadak kurasakan tangannya mulai bergerak ke arah rokku. Saat itu aqu memakai rok selutut, sehingga tangannya dengan gampang berhasil menyelinap ke baliknya dan membelai pahaqu. Darahku mulai berdesir. Tanganku pun mulai bergerak membelai daerah selangkangannya. Kita melaqukan hal itu selama beberapa saat, hingga akhirnya aqu berkata,

“Mas, jangan di sini.”

Dia mengamati wajahku. Lalu menghentikan aktivitasnya.

Cerita Sex Terbaru – Sepi Sunyi Pembawa Nikmat | Film telah selesai, dan kita telah berada di rumah. Setelah mengunci semua pintu dan mematikan lampu, aqu pun naik ke lantai 2 menuju kamarku. Kulihat Hassan sedang di kamar mandi. Aqu mengganti pakaianku dengan pakaian tidur yang berbentuk daster, dan bergantian dengan Hassan masuk ke kamar mandi untuk menggosok gigi. Ketika aqu kembali ke kamar, Hassan sedang tidur di tempat tidurku hanya memakai celana pendek, entah dia sudah benar-benar tidur atau belum. Ketika sedang menyisir rambutku, kurasakan sebuah tangan memeluk pinggangku dari belakang. Ternyata Hassan.

Dia sudah berdiri di belakangku sambil menciumi rambutku.

“Rambutmu wangi Dik, baru keramas ya..?” katanya lembut dekat dengan kupingku.

Aqu pun mengangguk. Dia menyibakkan rambutku dan menciumi tengkukku. Tengkukku merupakan daerah sensitifku, dan perlaquannya itu membuatku terangsang. Kubalikkan badanku menghadapnya, dan langsung menyambut bibirnya. Kita berciuman dengan penuh nafsu dan tangannya mulai masuk ke balik dasterku, meremas pantatku.

Tanganku mulai menelusuri punggungnya ke arah bawah, hingga aqu bisa meraih celananya dan langsung kulepaskan berikut celana dalamnya. Kuremas gagang kemaluannya yang sudah mengeras. Dia melepas bibirnya dari bibirku dan mulai melepas pakaianku, mulai dari daster sampai BH-ku dengan cepat dilepaskannya, hingga tinggal celana dalam saja yang melekat di badanku. Lalu dia membopong dan membaringkan badanku di atas tempat tidur.

Setelah memposisikan badannya di atas badanku, kita mulai berciuman lagi. Tapi kali ini, ciumannya Tak hanya pada satu tempat. Lidahnya menelusuri seluruh bagian badanku, wajah, leher, dada, perut. Setelah menjilati perutku, dia menuju ke arah buah dadaqu. Dijilatinya daerah sekitar puting susuku, sementara tangannya meremas-remas buah dadaqu yang lain. Lidahnya mulai mempermainkan puting susuku, lalu kadang-kadang dia menggigit atau menghisapnya dalam-dalam. Aqu mendesah keenakan sambil meremas rambutnya yang lebat.

Setelah puas dengan yang di sebelah kiri, dia pun pindah melahap buah dadaqu yang sebelah kanan. Setelah itu lidahnya menelusuri perutku lagi, tapi begitu sampai di celana dalamku, dia langsung menggigitnya dan menariknya hingga lepas. Dilebarkannya kedua kakiku dan dengan gerakan yang pasti dia membenamkan kepalanya di antara kedua kakiku itu. Pertama, dia menjilati klitorisku, membuatku menggelinjang menahan rasa geli. Lalu lidahnya digerakkan menuju bibir kemaluanku yang sudah sangat basah. Lidahnya dengan pasti menyusup ke dalam lubang senggamaqu, sementara tangannya terus meremas kedua buah dadaqu.

Desahan-desahan terus keluar dari bibirku,

“Oh.. ah.. enak sekali Mas.. ooh..!”

Mendadak aqu merasa ada sesuatu yang akan keluar,

“Maas, aqu mau keluar..!”

Mendengar teriakanku ini, dia semakin bernafsu mempermainkan lubang senggamaqu dengan lidahnya. Lalu aqu merasa badanku menegang diiringi rasa nikmat yang luar biasa, dan tanpa sadar kepalanya yang berada di antara pahaqu kujepit.

Dia menunggu klimaksku lewat, dan setelah aqu tenang dia berbisik di telingaqu, “Gimana rasanya..?”

“Enak sekali Mas..,” aqu menjawab sambil tersenyum.

“Aqu juga ingin merasakannya..,” dia berkata membalas senyumanku.

Posisi kita sudah berbalik. Sekarang dia sudah berbaring di bawahku. Aqu mulai dengan menciumi bibirnya, wajahnya, lalu turun ke leher, dada dan perut. Kuraba gagang kejantanannya yang masih mengeras dan dengan perlahan kuarahkan ke bibirku. Kujilati perlahan gagang kemaluan itu, dan setelah seluruh permukaannya basah, aqu pun memasukkannya ke dalam bibirku. Bagiku, ukuran gagang kemaluannya termasuk besar, sehingga aqu harus membuka bibirku lebar-lebar agar seluruhnya bisa masuk. Kukocok gagang kemaluannya dengan bibirku, dan sesekali kuhisap. Aqu mendengar lenguhannya setiap kali gagangnya kuhisap,

“Wow.. ooh.. oohh..”

Mendengar lenguhannya itu, aqu semakin bernafsu. Kupercepat kocokanku dan lebih sering lagi kuhisap. Tak berapa lama, dia mengalami ejaqulasi. Kurasakan air maninya di bibirku, yang lalu langsung kutelan semuanya. Kuperhatikan wajahnya, dia nampak seperti kesakitan, tapi setelah selesai, dia menarik nafas.

Dia berkata,

“Terima kasih, sungguh nikmat sekali.”

Aqu membalas dengan mencium lembut bibirnya, lalu berbaring di sebelahnya.

Kita berdiam diri sejenak. Tapi Tak berapa lama, tangan kita mulai meraba-raba lagi. Dia meraba bibir kemaluanku, sedangkan aqu meraba gagang kejantanannya. Bibir kita saling berpagutan, hingga kurasakan gagang kejantanannya kembali menegang dan lubang senggamaqu mulai basah. Lalu dia berguling ke atasku, kali ini gagang kejantanannya digesek-gesekkan ke bibir kemaluanku. Bibir kita masih tetap berpagutan. Tangannya mulai membimbing gagang kemaluannya menuju ke lubang senggamaqu. Aqu mulai merasa gagang kejantanannya perlahan-lahan masuk.

Perlu diketahui, bahwa walaupun kita sudah sering berhubungan atau bercinta dan bercumbu, tapi saya masih perawan. Hal ini memang belum pernah terjadi sebelumnya, karena memang keadaan diantara kita yang Tak memungkinkan kita untuk bertindak ke hal yang lebih. Namun apa yang kita laqukan saat ini benar-benar merupakan kesempatan buat kita merasakan sensasi hubungan seks yang sebenarnya, selayaknya seorang pasangan yang mencumbu istri tersayangnya.

Dia memandang wajahku, dan ketika melihatku tersenyum, dia mulai menggerakkan gagang kejantanannya keluar masuk, walaupun baru bagian kepalanya saja yang sudah masuk ke dalam lubang keperawananku. Rasanya enak namun sekaligus juga geli. Kulihat dia pun menikmatinya.

Mendadak dia berhenti dan bertanya,

“Apa kamu mau melaqukannya..?”

Aqu memandangnya, aqu berpikir bahwa aqu sudah berpacaran dengannya lebih dari 4 tahun dan aqu memang menginginkannya.

Aqu pun menjawab mantap,

“Ya Mas, ayo laqukan..!”

Perlahan dia mulai mendorong gagang kemlauannya masuk, tapi tiap kali aqu meringis kesakitan, dia berhenti, lalu mulai lagi hingga akhirnya gagang kejantanannya benar-benar terbenam di dalam lubang keperawananku. Aqu merasa kemaluanku begitu penuh hingga aqu Tak dapat merasakan gerakan ototnya lagi.

Tapi dia justru berkata,

“Aaah, enak sekali pijatanmu Dik..!” sambil menikmati penetrasinya yang sukses dia laqukan.

Saya yang saat itu dilingkupi perasaan sakit karena baru pertama kalinya ditembus oleh gagang kejantanan lelaki. Namun perasaan itu Tak lama kurasakan, karena sebentar lalu kurasakan kenikmatan setelah melihat wajahnya yang begitu kusuka.

Setelah diam sesaat, dia mulai menggenjot gagang kejantanannya keluar masuk lubangku yang saat itu sudah Tak lagi perawan. Mendadak dia menarik badanku ke pinggir tempat tidur hingga dia sekarang dalam posisi berdiri. Dia kembali menggenjot, dan dia membasahi jarinya dengan ludah lalu mengusapkannya ke klitorisku. Aqu menggelinjang hebat. Rasanya nikmat sekali. Aqu mulai meremas-remas buah dadaqu, tapi lalu dia menepis tanganku dan dengan penuh nafsu melahap buah dadaqu. Aqu merasakan sensasi yang sangat hebat.

Gagang kejantanannya ada di dalam lubang senggamaqu, tangannya mengusap-usap klitorisku dan bibirnya menghisap buah dadaqu.

“Ooohh.. enak Sayang.., ooh.. sungguh nikmat..!” erangku.

“Aqu juga Sayang.., kita keluarkan bersamaan yah..?” katanya ditengah-tengah permainan seks yang kita laqukan.

Setelah melaqukannya dengan posisi yang sama selama kurang lebih 10 menit, kita pun mencapai klimaks secara bersamaan. Dan lalu tergeletak lemas karena kelelahan. Saat itu sudah pagi, tapi kita tidur dengan lelap hingga hari menjelang petang.

Incoming search terms:

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *