Cerita Dewasa - Bertualang Seks Waktu Masih SMP

Cerita Dewasa – Bertualang Seks Waktu Masih SMP

Posted on
Agen Betting Terpercaya Obat Pembesar Penis
VIMAX viagra

Cerita Sex Terbaru – Bertualang Seks Waktu Masih SMP | Hari ini aku tidak bisa ke rumah Andri.Aku sangat kecewa. Andri pun begitu.Di rumahku sedang ada persiapan membuatkue untuk tante.Besok, Sabtu, Mama dan Papa mau ke rumah tante di Bogor. Baru pulang hari Minggu.Aku tidak mau ikut dan Papa tidak keberatan. Harus ada yang jaga rumah, katanya.

Cerita Dewasa - Bertualang Seks Waktu Masih SMP Cerita Dewasa TerbaruWalaupun aku anak perempuan satu-satunya, aku sering ditinggal sendiri di rumah
dengan pembantu.
Orang tuaku cukup percaya.

Malamnya aku menelpon Andri memberitahukan kemungkinan rumah kosong selama Sabtu.
Andri menyambut kabar gembira ini.
Aku menutup telepon dan mulai merencanakan bagaimana supaya Mbak Juminten bisa keluar rumah.
Aku berencana untuk memasukkan titit Andri ke dalamku.
Google kupakai untuk melihat berbagai gambar senggama.
Berbagai informasi kucari.
Aku tahu kalau pertama kali berhubungan bisa sakit.
Untuk itu aku pikir harus aku yang mendorong masuk.
Biar bisa diatur tingkat kesakitannya.

Pagi-pagi buta, orang tuaku sudah berangkat.
Aku tidak tahu kapan perginya.
Mbak Juminten aku kasih tahu agar menelpon pacarnya dan pergi pacaran.
Dia bingung tapi senang dapat ijin seperti itu.
Aku bilang pulang malam juga tidak apa-apa, tapi jangan lewat dari jam sembilan.
Dia tanya siapa yang akan menemaniku.
Aku bilang nanti teman-teman akan datang.

Jam 7.30 Andri sudah mengebel rumahku.
Cerita Sex Terbaru – Bertualang Seks Waktu Masih SMP | Mbak Juminten membukakan pintu mempersilahkan Andri duduk.Aku panggil Mbak Juminten memberitahunya bahwa dia sudah boleh pergi.Tetapi pacarnya baru menjemput pk 8.00.Aku dan Andri berbicara ke sana ke mari sambil menunggu mbak Juminten dijemput.
“Dri.. dah makan pagi belom?”
“Belom Yu.”
“Mau makan gak? Ada roti nih dan berbagai macam selai.”
“Boleh juga. Abis tadi buru-buru langsung jalan sih.”
“Hahahahaha.. aku tahu kenapa buru-buru.”
“Iya deh… hahahaha.. Mamaku sampai bingung. Hari Sabtu bisa bangun pagi.”
“Aku belum mandi nih. Mandi dulu yah. Nanti kalo mbak Juminten pergi, kamu bantu kunci rumah yah!”
“Ok, Yu!”

Pada saat aku mandi, Mbak Juminten berteriak pamitan.
Aku bilang biar Andri yang bantu kunci pintu.
Akupun segera mempercepat mandiku.
Setelah selesai mengeringkan badanku dengan handuk, aku mengintip keluar.
Mendengarkan kalau Mbak Juminten memang sudah pergi.
Hanya suara TV di ruang keluarga. Andri memang sedang menonton TV.
Aku memutuskan untuk tidak berpakaian.
Hanya memakai handuk.

Aku mengendap-endap ke belakang Andri yang sedang asyik menonton TV.
“DORR!!”
“Aduh.. aduh.. kaget tahu!”
“Hahahahaha…Kena kamu.”
Andri membalikkan badan mau marah tetapi tidak jadi.
Badanku yang hanya tertutup sebagian saja dengan handuk menjadi pereda amarah.
“wow.. sexy banget kamu, Ayu!”
“Gombal deh!”
“Biarin.. yang penting menurutku, kamu memang sexy!”
Aku mengambil handukku dan menimpuknya ke arah Andri.
Andri menangkisnya dan mengejar diriku yang telanjang bulat.

Aku pun tertangkap dengan mudah.
Aku memang sengaja tidak lari jauh-jauh.
Andri memelukku dari belakang.
Tangannya segera menutupi dadaku.
Nyaman sekali.
Pantatku pun merasakan kalau batang Andri sudah tegak.

“Ayo kita ke kamarku.”
Aku menuntun Andri ke kamarku.
Kamar yang belum pernah dimasuki laki-laki kecuali Papa.
Pintu kamar aku biarkan terbuka.
Toh.. tidak ada orang lain.
Begitu masuk aku segera membalikkan badan dan jongkok.
Aku membuka celana jeans Andri dan menurunkannya.
Terlihat jelas celana dalam Andri berusaha keras menutupi batang yang mengeras.
Akupun menurunkan celana dalam Andri.
Burung Andri segera membebaskan diri dan menantangku.

Aku yang sudah nafsu segera menjilati burung penantang ini.
Andri yang kenikmatan mulai menggerakkan pinggulnya.
Tangan Andri membelai kepalaku selama mulutku digagahinya.
Cukup lama mulutku dikocok-kocok sang burung.
Ketika aku merasakan Andri hendak menyemprot, aku hentikan kegiatan nikmat ini.

“Yah.. kok berhenti, Yu? Nanggung nih..”
“Biarin aja… Biar kamu tahan dulu. Masa baru sebentar sudah selesai.”
Aku menarik Andri ke depan komputer dan menyuruhnya duduk di sebelahku.
Kemarin malam aku sudah menyimpan beberapa gambar dari Google.
Beberapa pose pria dan wanita bersenggama.
Bahkan beberapa di antaranya ada satu wanita yang digagahi lebih dari satu pria.
Aku memperlihatkan gambar-gambar ini ke Andri.

“Wow.. Ayu.. ternyata suka gambar porno yah?”
“Bukan.. cuma lagi studi banding. Hahahaha..”
Koleksi yang ku-download cukup banyak.
Andri melihat-lihat beberapa dan berhenti di foto favoritku.
Seorang wanita terlihat senang dimasuki vaginanya oleh titit yang besar.
“Kamu mau kayak gitu, Dri?”
“A..aa…aaku….” Andri tergagap. Mungkin terkejut.
“Kok malah jadi gagap sih.. Mau, gak?”
“A..Aku… memangnya bisa yah masuk begitu?”
“Kita coba aja yuk, Dri. Biar tahu.”
Aku memang sudah membayangkan senggama sejak semalam.
Titit Andri yang keras memasuki vaginaku..
Oh… apa rasanya yah?

Aku menarik Andri ke ranjang.
Cerita Sex Terbaru – Bertualang Seks Waktu Masih SMP | Kaosnya aku lepaskan sehingga Andri sekarang telanjang bulat juga.
Aku membaringkan diriku di ranjang, sama seperti gambar senggama itu.
“Ayo, Dri. Sini.” aku mengajak Andri.
Andri dengan tititnya yang mengeras mendekat.
“Gimana caranya, Yu?”
“Masukin saja ke sini.”Aku menunjuk vaginaku yang sudah basah.
Aku meraih titit Andri dan mulai menggesekkan ke vaginaku.
Andri mengalami kenikmatan.
“Dri.. jangan nyemprot dulu yah.. kamu harus masukin dulu baru boleh nyemprot.”
“Ok, Yu!”

Andri mengambil alih kegiatan.
Ia menggosokkan tititnya dengan teratur.
Aku merasakan kenikmatan yang luar biasa.
Baru di luar saja sudah enak begini.
Apalagi kalau dimasukin ke dalam yah.
“Dri.. masukin dong pelan-pelan. Pelan-pelan lho. Abis katanya sakit kalo pertama kali dimasukin.”
“Ok Yu.. Kalo memang sakit, bilang yah.”
“Iya Dri.. Pelan-pelan.. tapi kalau aku kesakitan, jangan langsung dicabut. Aku coba tahan sakitnya.”
“Ok Yu..”

Andri mengubah posisinya lebih mendekat.
Tititnya dipegang sambil diarahkan ke vaginaku.
Aku merasakan kalau vaginaku mulai didesak batang keras.
Aku mulai tegang dan pahaku mulai menutup sehingga Andri kesulitan.
“Yu.. kok jadi tegang sih.. Relaks aja.”
“Iya, Dri… sorry.. bentar.. ambil nafas dulu…”
Aku mengatur nafas sehingga aku lebih relaks.

Andri pun melanjutkan usahanya.
Aku lebih relaks sekarang.
Aku merasakan batang itu sudah menyeruak lebih dalam.
Mentok.
Selaput daraku menahan laju lebih lanjut.
“Tahan Dri.. Biar vaginaku terbiasa dulu sebentar.”
Andri melihat ke bawah dan tersenyum.
“Ayu.. kepala tititku sudah ditelan vagina kamu.”
Aku pun bahagia melihat reaksi Andri.

Vaginaku terasa sesak tetapi sudah mulai terbiasa.
Selaput daraku terasa diketok-ketok oleh denyutan titit Andri.
Aku menarik nafas mengatur irama.
Aku menyiapkan diri agar Andri bisa menembusku.
“Ayo Dri.. Aku rasanya sudah siap. Langsung sodok yang keras yah. Biar jebol.”
Andri semakin nafsu.
Sodokan pertama kurang kencang. Aku merasakan sedikit kesakitan.
Sodokan kedua pun masih kurang kuat. Aku mulai meringis kesakitan.
“Sakit yah, Yu? Apa stop saja?”
“Jangan, Dri…Masih bisa tahan sakitnya.. Yang kuat dong sodoknya..”
“kamu atur nafas dulu gih.. biar lebih relaks.. kayaknya terlalu dijepit. Susah sodoknya.”

Cerita Sex Terbaru – Bertualang Seks Waktu Masih SMP | Aku mengikuti anjuran Andri. Rasa sakit perlahan-lahan menghilang.Begitu aku menarik nafas lega, tiba-tiba Andri menyodok dengan kuatnya.
Aku mengigit bibirku menahan sakit. Kurasakan ada yang robek di vaginaku.
Air mata menahan sakit menitik di kedua mataku.
Andri melihatku dengan tidak tega.
Dia berusaha menarik tititnya tetapi vaginaku masih berasa sakit.
Aku pun menahan pinggulnya.
“Jangan gerak dulu, Dri. Masih sakit.”
Andri mengangguk.

Vaginaku berasa penuh sekali. Rasanya ada yang mengganjal.
Iya lah.. ada titit Andri yang sedang keras-kerasnya di dalamku.
Aku mengambil handphoneku yang memang ada di sebelahku.
“Dri.. foto-in dong. Aku kan tidak bisa melihat ke bawah.”
Andri mengambil beberapa foto sesaat setelah tititnya berhasil menjebol perawanku.
Terlihat jelas kalau titit Andri masuk sepenuhnya.
Darah perawanku pun terlihat jelas melumuri sekeliling vagina.

Aku tersenyum bahagia. Ah.. rupanya seperti ini kalau difoto.
Persis seperti gambar-gambar di komputer.
Andri mulai menggerakkan pinggulnya secara perlahan.
Sepertinya takut-takut. Takut aku masih kesakitan.
Memang sih aku masih merasakan perih tetapi sudah jauh lebih baik.
Goyangan perlahan Andri membuatku lebih terangsang daripada kesakitan.
“Ayu.. vagina kamu luar biasa deh. Aku merasakan remasan yang nikmat.”
“Aku juga enak, Dri. Batang keras kamu rasanya mengganjal penuh di dalamku.”
Andri terus menggoyangkan kemaluannya, keluar masuk kemaluanku.
Aku mulai menikmati permainan ini.
Ah.. tidak salah memang memilih Andri sebagai teman bermain.

Semakin lama semakin cepat goyangan Andri dan aku semakin terangsang.
Badanku mulai semakin menegang menuju puncak kenikmatan.
Setiap Andri menyodokku, akupun menyambutnya dengan sodokan juga.
Terasa titit Andri menyentuh rahimku.
Wah.. rahimku.. jangan sampai Andri nyemprot di dalam. Bisa hamil nih.
Baru saja aku berpikir demikian, Andri berteriak sambil menyodok lebih dalam.
Dan aku merasakan semprotan-semprotan panas di dalamku.
Hal ini malah membuatku lebih terangsang dan aku malah menggerakkan pinggulku.
Mempercepat perjalananku menuju puncak kenikmatan.
“Ah.. ah.. ah… AAAHHHHH…”
Aku pun mencapai puncaknya berbarengan dengan semprotan terakhir dari Andri.

Andri melepaskan semua muatannya di dalamku.
Aku sudah tidak peduli lagi apakah aku hamil atau tidak.
Andri terjatuh memelukku. Tititnya masih di dalamku.
Aku merasakan kehangatan cinta, di dalamku dan dalam pelukan Andri.

Ketika kekuatan kami pulih, Andri bangun dan mulai mengulum-ngulum dadaku.
Ah.. enak banget.. memang baru kali ini Andri mengulum dadaku.
Aku merasakan vaginaku basah lagi.
Andri terlihat menikmati dadaku.
Aku seperti seorang ibu yang sedang menyusui anaknya.
Bahagia rasanya.

Andri berpindah mengulum dadaku yang satu lagi.
Wow.. kenikmatan dobel.
Tanganku secara naluriah mencari titit Andri.
Andri mendekatkan tititnya ke tanganku dan mulai merasakan pijatan yang aku lakukan.
Masih lembek tititnya tetapi aku merasakan kekerasannya mulai kembali.

“Dri.. stop dulu.. Aku haus.”
Andri menghentikan hisapannya di dadaku.
“Iya aku haus juga. Hisap-hisap dada kamu tidak ada yang keluar.”
“Yeee… gimana sih? Kalo ada susunya berarti aku sudah hamil dong. Ambil air minum gih di kulkas.”
Andri menurut dan berjalan keluar menuju kulkas.
Tititnya yang setengah keras bergoyang ke sana sini selagi ia berjalan.

Aku bangun dan merapikan ranjang.
Wah.. darah perawanku membasahi sprei ranjangku.
Ah.. bilang aja nanti darah mens-ku merembes.
Hatiku senang sekali sudah bisa merasakan titit di dalamku.
Rasanya masih mengganjal saja.

“Nih, Yu.. air dinginnya.. Wah.. darahnya kena ranjang yah?”
“Iya Dri.. thanks yah!” Aku mencium bibir Andri.
Pertama kali aku mencium bibir cowok.
Mustinya sih kalau lihat film-film, ciuman terjadi sebelum senggama.
Tetapi aku sudah terlalu nafsu. Jadi langsung ke kelamin deh.
Andri yang juga baru pertama kali menciumku cukup kaget tetapi terus melanjutkan ciumannya.

Aku melepaskan bibirku dan minum lagi.
Andri ternganga dengan pose masih seperti menciumku.
Manis sekali.. Aku tertawa melihatnya.
Andri mengambil gelas di tanganku dan meminum air dingin seteguk.

“Wah.. baru jam sepuluh.. kita bisa berapa kali kayak gini yah, Yu?”
“Sekuat kamu aja, Dri. Aku suka banget merasakan titit kamu di dalamku.”
“Kalo begitu, ayo lanjut.”
Andri dengan sigap menarikku ke atas ranjang.
Dia menindihku tetapi masih menahan badannya dengan siku tangan.
Ia mulai mencium bibirku dengan lembut.
Aku menerimanya dan mulai membuka bibirku.
Lidah Andri mulai menari di dalam mulutku.
Memainkan lidahku. Enak sekali.
“Wow, Dri.. enak banget lidah kamu. Belajar di mana sih?”
“Kaga belajar di mana-mana. Kamu tuh cewek pertama yang aku cium.”
“Oh.. gitu.. kok kayaknya sudah ahli dalam ciuman sih? Aku suka banget.”

Aku merasakan titit Andri mulai keras lagi.
Andri kembali melanjutkan ciumannya.
Mulai dari bibir, ke leher, ke payudaraku.. kiri dan kanan..
Ke perutku.. ke pusar… ke paha.. dan bulu-bulu halus jembutku.
Baru kali ini aku merasakan seluruh badanku diciumi.
Aku sampai merinding karena nikmatnya.

Aku menggapai titit Andri dan menemukannya dalam kondisi sudah sangat keras.
Aku bangun dan segera menjilati kepala titit Andri.
Entah kenapa rasanya enak sekali menjilati titit.
Aku mulai tidak dapat menahan diri.
Andri kudorong agar terbaring.
Tititnya menjulang ke atas.
Aku memegangnya dan mengarahkannya ke vaginaku.
Perlahan-lahan kududuki titit yang keras itu.
Masuk secara perlahan tetapi nikmat ke dalam kelaminku.

Aku mulai bergerak naik turun. Rasanya nikmat sekali.
“Dri.. tiap hari kita senggama kayak gini yuk”
“Siapa takut?”
“Hahaha.. bisa aja kamu.”
Aku pun terus menerus naik turun sampai libidoku meningkat secara perlahan.
Tangan Andri selama ini meremas-remas payudaraku.
“Kenyal banget sih dada kamu, Yu! Pengen hisap-hisap terus deh.”
“Hisap gih.” Aku mengubah posisi, mendekatkan dadaku agar mudah dihisap oleh Andri.
Hisapan Andri dan titit keras Andri yang keluar masuk diriku, membuatku mabuk kepayang.
Aku pun mempercepat goyanganku, membuat dadaku bergerak liar.
“Hnn..hnnn..oohhh..ohhh.. ahhh.. AAAAHHHHHH”
Aku berteriak kenikmatan..

Andri yang belum sampai, mengubah posisi menjadi doggy style.
Tititnya dimasukkan dari belakang.
Sodokan-sodokan lembut Andri perlahan-lahan menjadi kasar.
Biji Andri bergoyang-goyang menepuk clitorisku.
Perasaan nikmat doggy style sangat berbeda.
Tidak lama aku pun menyemprotkan kehangatan ke titit Andri.
Andri masih kuat menggoyang-goyangkkan pinggulnya.
Tetapi kurasakan kalau Andri hendak menyemprot kembali.
Aku ingat kembali akan resiko hamil tetapi sudah tidak ada tenaga melawan kenikmatan ini.
Sodokan-sodokan Andri semakin liar dan..
“Ahhh.. ENAK BANGET.” Andri berteriak dan menyemburkan air maninya kembali.

Kami berdua telah keringatan luar biasa. Keringat kami sampai menetes deras.
Tetapi aku suka sekali badan Andri yang keringatan. Bau tubuhnya sangat merangsang.

Total telah 3 jam kami berhubungan badan. Perut terasa lapar juga.
“Dri.. makan yuk.. Lapar juga nih.”
“Ayo.. makan apa? Ada apa yang bisa dimakan?”
“Ada nasi putih.. tapi kaga tahu ada sayur atau tidak. Atau mau mi instan?”
“Wah jangan mi instan. Kalo kaga ada sayur, kita bikin nasi goreng saja.”
“Memangnya kamu bisa masak, Dri?”
“Bisa dong.. tapi memang cuma nasi goreng doang.”
“Ayo deh kalo gitu.”

Kami berdua dengan badan telanjang dan keringatan menuju dapur.
Aku sempat mengambil handuk untuk mengelap keringat kami berdua.
Jadi kami memasak nasi goreng untuk makan siang.
Kami menyantap di meja makan sambil tetap telanjang.
Aku perhatikan sekali-kali titit Andri menegang dan melembek.
Gemas deh.

Habis makan siang kami membereskan perabot dan mandi siang.
Menghilangkan keringat sehabis ronde pagi.
Kamar mandi keluargaku cukup besar untuk kami mandi berdua.
Ini kali pertama aku mandi bersama laki-laki.
Aku menggosokkan punggung Andri dan mengusap-usap titit Andri.
Tititnya jadi keras lagi.
Andri pun menggosok punggungku dan tangan nakalnya juga beraksi di dadaku dan vaginaku.
Tetapi aku mencegah Andri terlalu lama di vaginaku. Masih perih.

Tidak kurasa baru beberapa hari sejak kejadian tabrakanku dengan Andri,
pengetahuan seks kami bertambah dengan cepat.
Bahkan aku sudah melakukan senggama.
Enak banget lagi.
“Dri.. kalau kemarin itu kita tidak tabrakan, kira-kira kita bisa begini gak yah?”
Andri yang masih menyabuni dadaku dari belakang meremasnya.
“Yah… mana mungkin, Yu. Aku cuma bisa mengagumi kamu dari jauh. Kamu cantik, Yu”
“Gombal ah”
Aku melepaskan pelukan Andri dan berbalik menghadapinya.
Aku raih tititnya dan mengocok lembut dengan sabun.
“Menyesal gak tabrakan denganku?”
“Kaga”
“Menyesal gak pegang-pegang dadaku?”
“Mana mungkin bisa menyesal.”
“Menyesal gak hisap-hisap dadaku dan vaginaku?”
“Kalo boleh, mau setiap saat.”
“Benar nih?”
“Iya dong.”
“Kalo tiap hari masukin titit ke dalamku?”
“Apalagi itu. Kalo bisa terus nempel, mau terus nempel.”
“Kalo gitu janji yah.. Setiap saat memungkinkan, Andri harus memasukkan tititnya ke vagina Ayu.”
“Wah.. kalo janji seperti itu.. Andri tidak akan mengingkarinya. Andri berjanji.”

Kami pun menyudahi mandi bersama. Saling mengeringkan badan.
Saling memainkan kelamin.
Kami pun kembali ke kamarku.
Berbaring telanjang.
Perut kenyang dan kelelahan membuat kami mengantuk.
Kami pun tertidur sambil berpelukan.
Tentunya posisi ini aku manfaatkan dengan baik.
Aku tertidur sambil memegang titit Andri.

Rasanya belum lama kami tertidur, bel rumah berbunyi.
Kami berdua terbangun dengan panik.
Mbak Juminten sudah pulang. Jam berapa nih?
Kami buru-buru berpakaian.
Andri tidak dapat menemukan celana dalamnya.
Akupun hanya memakai BH dan daster panjang.
Setelah melihat bahwa kami cukup sopan berpakaian, aku segera membukakan pintu.

“Kok lama bukain pintunya?” Mbak Juminten bertanya curiga.
“Itu tadi Andri lupa taruh di mana kuncinya.”
“Lho, Andri masih di sini?”
“Iya lah… masa meninggalkan aku sendirian di rumah?”
“Halo Mba Ju” sapa Andri. “Baru pulang nih?”
“Iya.. Kalian sudah makan? Sini biar Mba Ju siapkan makan sore”
Wah.. memang sudah sore rupanya.

Mba Ju pun menyiapkan makan malam buat kami berdua.
Kami makan sambil tersenyum-senyum.
Apalagi Mba Ju selalu ada di dapur, tidak keluar.
Sambil makan aku mengelus selangkangan Andri, mengetahui dia belum mengenakan celana dalam.
Dasterku pun tersingkap sampai selangkangan.
Andri juga senang mengelus pahaku sambil sesekali mengenai vaginaku.

Selesai makan malam aku meminta Mba Ju untuk membereskan meja makan.
Kami berdua pindah kembali ke kamarku
sambil memberikan alasan kalau tugas sekolah kami tinggal sedikit lagi.
Andri mengerti maksudku.
Begitu masuk kamar, aku segera menguncinya.
Berbalik ke Andri dan segera membuka jeansnya.
Titit Andri sudah keras sekali dan memekku memang sudah sangat basah.
Andri segera kudorong ke ranjang.
Aku senang dengan posisi di atas.
Titit Andri segera kududuki. Sekarang lebih mudah masuknya.
Masih sedikit perih tapi sudah jauh lebih enak.

Akupun menggoyang-goyangkan pinggulku.
Nikmat sekali.
Andri pun terlihat sangat menikmati.
Tangan Andri bersemangat memainkan kedua buah dadaku.
Andri bergeser ke posisi duduk sehingga bisa menghisap dadaku.
Aku serasa melayang di angkasa.
Dadaku terasa sangat nikmat dihisap Andri.
Tidak lama aku merasakan badan Andri mulai bergetar.
Aku tahu sekarang kalau Andri ingin menyemburkan benih-benihnya di dalamku.
Pengetahuan ini malah membuatku ingin segera merasakan kehangatannya.
Kupercepat goyangan pinggulku.
Andri pun semakin buas melahap dadaku.
“aaarrhhhh… aku nyemprot lagi, Yu….”
Aku puas dan bahagia sekali. Kehangatan sperma memenuhi kelaminku.

Kami pun membersihkan diri dengan tisu.
Kami menemukan celana dalam Andri di tumpukan bantal,
tetapi aku bilang aku mau menyimpannya.
Andri kusuruh memilih salah satu celana dalamku untuk dipakainya.
Tukeran.
Aku menyukai bau kelamin Andri yang menempel di celananya.
Malam itu aku tertidur sambil menghirup wangi air mani di celana dalam Andri dan bermasturbasi.
Kelas 3 SMP dan berumur 15 tahun. Aku sangat menikmati senggama.

Incoming search terms:

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *