Cerita Dewasa 2016 - Berhubungan Seks Diluar Batas
Cerita Dewasa 2016 - Berhubungan Seks Diluar Batas

Cerita Dewasa 2016 – Berhubungan Seks Diluar Batas

Posted on
Agen Betting Terpercaya Obat Pembesar Penis
VIMAX viagra

Cerita Sex Terbaru 2016 – Berhubungan Seks Diluar Batas | Peristiwa itu masih berlanjut antara Salma dan Suaminya, kadang aku disuruh maen rumahnya untuk melayani hubungan seks dua duanya, melakukan threesome, anehnya gini pernah suatu ketika suaminya Salma, yang bernama Armad memintaku berhubungan anal dengannya sambil ditemani istrinya Salma.

Cerita Dewasa 2016 - Berhubungan Seks Diluar Batas Cerita Dewasa Terbaru
Cerita Sex Terbaru 2016 – Berhubungan Seks Diluar Batas

Cerita Sex Terbaru 2016 – Berhubungan Seks Diluar Batas | Kami melakukan hal itu dengan posisi Salma berbaring di bawah suaminya sambil menciumi bibir dan dada suaminya, sedangkan suaminya menungging di depanku dan kutancapkan penisku yang sebetulnya lebih kecil dari penis suaminya, ke dalam anal suaminya.Aku masih menancapkan penisku ke dalam anal suaminya, ketika suaminya meminta Salma memasukkan penisnya ke dalam vagina Salma. Dengan Salma berbaring terlentang di bawah sekali, ditindih oleh suaminya dari atas dan memasuki vaginanya dengan penisnya, aku di atas tubuh suaminya menancapkan penisku ke dalam analnya, kenikmatan luar biasa kembali kami nikmati bertiga.

Cerita Sex Terbaru 2016 – Berhubungan Seks Diluar Batas | Beberapa kali suaminya memintaku untuk mau melakukan hal seperti itu lagi, tetapi aku menolak. Aku hanya sekali itu melakukan, takut jika ketagihan dan malah jadi homo betulan. Suatu sore, Salma meneleponku meminta datang ke rumah mereka, sebab ada Azni, teman kuliahnya dulu di Australia.Aku ke sana dengan pakaian santai, hanya mengenakan kaus ringkas dan celana panjang. Aku dikenalkan dengan Azni, perempuan Sunda. Lebih pendek daripada Salma, tapi orangnya manis. Kulitnya putih, bersih, hidungnya agak mancung, rambutnya panjang sebahu, lebih panjang daripada Salma yang potongan rambutnya pendek.

Kami makan malam berempat dengan diterangi cahaya lilin. Agar romantis, kata Salma. Ini untuk merayakan ulang tahun perkawinanku dengan Armand, tambahnya. Usai makan malam, kami duduk di teras belakang rumah Salma dan Armand.

Ada taman kecil di situ. Cahaya lampu taman yang redup memberikan nuansa romantis. Kami duduk sambil menikmati white wine, kesukaan Azni, Untuk menghormati sahabat lama, kata Salma sambil menuangkan white wine ke gelas kami masing-masing. Kami minum setelah bersulang.

Cerita Sex Terbaru 2016 – Berhubungan Seks Diluar Batas | Armand dan Salma saling memberi selamat sambil berpagutan bibir disaksikan olehku dan Azni. Lama mereka berciuman barulah Azni memberi selamat kepada mereka. Azni menyalam Armand dan menyalami Salma.Waktu mereka bersalaman dan berciuman, aku sempat terkejut sebab ternyata mereka tidak berciuman pipi, melainkan berciuman bibir. Kupikir Armand tidak melihat hal itu, tetapi ia justru tersenyum menyaksikan mereka dan menatapku seolah-olah berkata tidak ada masalah dengan itu. Aku menyalami Armand dan Salma.

Waktu menyalam Salma, ia tidak mau hanya kusalam, ditariknya tubuhku rapat-rapat ke tubuhnya dan mencium bibirku, Cium dong, koq malu-malu gitu sih, Gus Kurasakan wajahku memerah diperlakukan begitu di depan Azni.

Nggak apa-apa koq, Azni bukan orang lain, jelas Salma. Kembali kami berempat duduk sambil bercakap-cakap. Mula-mula tentang hal-hal yang dialami Salma dan Azni waktu sekolah di Australia. Kemudian merembet ke masalah perkawinan.

Azni bercerita bahwa suaminya seorang pengusaha setengah baya, yang sudah menikah dan menjadikan dirinya istri muda. Ia mengaku terjebak oleh ulah si pengusaha, tetapi demi kebutuhan ekonomi keluarga dan menyekolahkan adik-adiknya, ia terpaksa melakukan itu.

Ia justru bersyukur tidak hamil hingga kini. Aku pernah minta cerai, tapi suamiku tidak mengijinkan, katanya iba. Tapi aku juga mikir, kalau menjanda, apa ada jejaka yang masih mau padaku katanya lagi. Aku menatap jauh ke depan.

Macam-macam saja kehidupan manusia ini, pikirku. Ada yang sudah nikah, tidak bisa hamil oleh suaminya lalu aku yang jadi semacam pejantannya. Ini ada lagi yang jadi istri muda, mau cerai tapi tidak bisa dan hanya bermimpi bisa punya suami baik kelak. Gus, jangan ngelamun gitu dong! kata Salma sambil mencubit tanganku.

Tuh, Azni nanya kamu! Aku gelagapan, Eh, maaf, nanya apa tadi Wiek Waduh, payah deh ada orang bisa ngelamun di keramaian, goda Azni, kemudian sambungnya, Tadi aku nanya kamu, koq belum kawin juga Dia mach sudah sering kawin, nikah yang belum, sambut Salma menambah risih perasaanku.

Ya deh, aku ngerti koq, kata Azni, Banyak lelaki suka mikir-mikir cari jodoh, apalagi jika ketemu wanita sepertiku, takut terjerat ntar, katanya seakan menyesali nasib. Jangan bicara gitu Wiek. Masih ada laki-laki yang baik.

Kalau suatu ketika kamu dapat lepas dari suamimu sekarang dan dipertemukan dengan pria demikian, pasti kamu bahagia, kataku menghibur, walaupun tidak tahu arah kata-kataku. Daripada ngobrol tak tentu, kita ke dalam aja yuk! ajak Salma.

Kami masuk dan duduk di karpet sambil main kartu. Mula-mula hanya iseng, tetapi kemudian Salma mempunyai ide aneh, siapa yang kalah wajib membuka bajunya sedikit demi sedikit. Aku kaget dengan ide gilanya, tetapi suaminya dan Azni malah sebaliknya, mereka menyambut gembira usul tersebut.

Aku tak bisa berkutik, sebab kartu sudah dibagi. Pertama-tama Salma kalah. Ia membuka baju bagian atasnya hingga kelihatan BH-nya yang berwarna merah marun. Pada permainan berikut, suaminya Armand kalah hingga membuka kausnya.

Selanjutnya aku yang kalah dan membuka kausku. Azni masih beruntung belum kalah. Kali berikut Armand kalah lagi dan membuka celana panjangnya. Ia kini bertelanjang dada dan mengenakan celana pendek.

Berikutnya ia kalah lagi dan membuka celana pendeknya hingga hanya bercelana dalam. Setelah itu barulah Azni kalah dan membuka gaunnya sebab ia mengenakan pakaian terusan. Aku melihat sekilas ke arah tubuhnya.

Ia masih mengenakan pakaian dalam menutupi kutang dan celana dalamnya yang terlihat membayang di baliknya. Berikutnya Salma kalah lagi dan membuka roknya. Ia kini hanya mengenakan BH dan celana dalam berwarna merah marun.

Kali berikut Azni kembali kalah dan terpaksa membuka pakaian dalamnya yang berwarna kuning gading. Sekarang Armand yang hanya bercelana dalam ditemani dua perempuan yang sama-sama hanya berkutang dan bercelana dalam, sedangkan aku masih mengenakan celana panjang.

Kali berikut Salma kalah lagi dan melepaskan tali BH-nya, terlihatlah payudaranya yang indah, Wuihh, payudaramu masih cantik seperti dulu, An, puji Azni sambil mengelus lembut payudara Salma.

Salma hanya tersenyum mendapat pujian dan perlakuan begitu dari temannya. Kulirik Armand, ia hanya menatap ke kartu yang dipegangnya sambil senyum-senyum. Aku tidak beruntung, sehingga kalah dan terpaksa membuka celanaku.

Kini aku hanya bercelana dalam. Salma menatapku sambil tertawa-tawa, Hitam nich yee! godanya sambil menyebut warna celana dalamku. Kali berikut Armand kalah dan terpaksa membuka celana dalam putihnya.

Ia duduk bertelanjang, tetapi tak risih ada Azni. Aku heran juga, sebab kalau kami bertiga, sudah biasa kami main bertiga, tentu tak malu lagi, tetapi kini ada Azni, koq ia tidak malu. Belakangan aku tahu bahwa Azni sudah sering menginap di rumah mereka dan tidur bertiga.

Dari cerita Salma beberapa hari kemudian, kuketahui bahwa baik Salma maupun Azni adalah biseks. Memang mereka bulan lesbian murni, tetap menghendaki lelaki dalam hidup mereka, tetapi tak mampu melupakan teman intimnya dulu.

Rupanya waktu di Australia mereka tinggal bersama di apartemen. Giliran berikut Azni kalah dan membuka celana dalamnya. Ia duduk dengan hanya mengenakan BH kuning gading, sedangkan celana dalamnya dilemparkan begitu saja entah kemana.

Lho, koq itu dulu yang dibuka tanya Salma. Biarin. Ntar kamu balas dendam megangin susuku, katanya sambil membagi kartu. Armand dan Salma tertawa mendengar jawaban Azni, aku hanya tersenyum sambil sesekali melirik ke arah paha Azni yang putih bersih, agaknya bulu kemaluannya dicukur bersih.

Penasaran juga ingin tahu bagaimana bentuknya, apakah seindah vagina Salma, tapi walaupun penisku makin tegang melihat payudara Salma dan paha Azni, aku tak berani berharap macam-macam. Jangan bermimpi, ini kan hanya sebatas permainan kartu, pikirku.

Aku tidak tahu bahwa diam-diam permainan ini sudah dirancang mereka bertiga secara cerdik untuk mengajakku masuk dalam permainan erotis berempat. Kami kembali main kartu. Di akhir permainan, Azni kembali kalah dan terpaksa membuka kutangnya.

Horeee, kelihatan deh harta karunnya! sorak Salma seperti anak-anak mendapatkan hadiah dan mencubit puting payudara Azni. Nah, betul kataku, kan Kamu emang usil deh, suka balas dendam, kata Azni menjauhkan tubuhnya dari gangguan temannya.

Azni membagi kartu. Kulirik ke arah tubuhnya. Payudaranya lebih besar kurasa daripada Salma, kutaksir ukurannya 34 C, bentuknya masih seperti payudara gadis, dengan putting yang agak kehitaman, beda dengan Salma yang putingnya lebih coklat.

Kuamati lagi sekilas sekujur tubuh Azni, seakan memberi penilaian. Azni menatapku sambil tersenyum penuh arti. Entah disengaja atau tidak ia memperbaiki letak duduknya, dan kini duduk bersila hingga sekilas nampak belahan vaginanya mengintip memperlihatkan labianya.

Penisku semakin tegang, sedangkan penis Armand kulihat sudah sejak tadi tegang tanpa dapat dicegah. Di akhir permainan, Salma kalah dan harus membuka celana dalamnya. Kini mereka bertiga benar-benar telanjang bulat, tinggal aku yang masih mengenakan celana dalam.

Wah, jagoan kita ini hebat benar, masih menguasai permainan dan jadi pemenang, kata Azni memuji sambil melirik ke arah celana dalamku. Pada permainan ini, kembali Azni kalah, hingga Salma berteriak, Wah, kamu tidak punya apa-apa lagi yang bisa dibuka.

Kita apain Azni, hai kaum Adam Armand memberi usul, Kalau gitu, ia harus mencium orang yang ia inginkan sebagai hukuman. Baiklah, para juri sekalian, aku siap menjalani hukuman paduka, Azni bangkit dari duduknya dan berdiri.

Tiba-tiba kedua tangannya memegang pipiku dan memagut bibirku tanpa kuduga. Aku megap-megap diserang tiba-tiba. Apalagi ciumannya begitu lama dan lidahnya masuk ke dalam rongga mulutku menggelitik langit-langit mulutku.

Darahku semakin terpompa ke ubun-ubun mendapat ciuman demikian. Kubalas ciumannya dan lidah kami berpilinan. Udah, udah, jangan lama-lama, ntar ada yang cemburu tuh! kata Salma sambil menarik tubuh Azni duduk kembali ke tempatnya.

Azni membagi kartu lagi. Kali ini Salma yang kalah. Seperti yang terjadi pada Azni, ia diminta mencium orang yang ia sukai. Tadinya kupikir ia akan mencium Armand atau aku, ternyata dugaanku meleset. Ia bangkit dan mencium bibir Azni sambil meremas-remas payudara Azni.

Azni membalas ciuman Salma sambil tangannya bermain di sela-sela paha Salma. Desahan mereka berdua terdengar di sela-sela ciuman terlarang yang mereka lakukan. Armand dan aku hanya dapat menonton perbuatan mereka.

Beberapa saat kemudian mereka kembali duduk dan Salma membagi kartu. Giliran berikutnya suaminya Armand kalah. Armand memilih Salma untuk dicium dan meremas payudara Salma, tapi herannya tangannya bermain di kedua payudara Azni.

Azni hanya tersenyum menatapku yang keheranan, bahkan tangan kirinya meraba-raba punggung dan pantat Armand sedangkan tangan kanannya mengikuti tangan Armand meremas payudara Salma. Setelah itu, mereka bertiga kembali duduk dan Armand membagi kartu.

Kali ini aku yang apes, hingga harus mengikuti mereka bertiga, bertelanjang bulat! Wajahku agak memerah waktu kulepaskan celana dalam hitamku. Wow, indah nian. Benda apakah gerangan itu Salma berkomentar, diikuti oleh Azni, Ah, betapa beruntungnya wanita yang berkesempatan berkenalan dengan benda itu Aku hanya tersipu-sipu digoda kedua perempuan itu dan membagi kartu dengan tangan agak gemetar.

Rupaya Azni memperhatikan tanganku, ia pegangi tanganku sambil mengelus lembut punggung tanganku.Tenang aja Gus! Kamu ada di tengah para sahabat koq. Kali berikut Salma kalah lagi. Kini ia memilih aku untuk dicium.

Namun entah meniru suaminya, sambil menciumi aku, tangannya bermain di payudara Azni, meremas dan memainkan putingnya. Azni mendesah mendapat serangan Salma. Armand mengelus-elus punggung Salma sambil ikutan meremas payudara Azni.

Aku melepaskan diri dari ciuman Salma. Salma kembali duduk diikuti oleh Armand dan Azni. Permainan berikut Armand kalah lagi dan kini ia memilih Azni untuk dicium, tetapi sebelah tangannya menarik tangan istrinya ikut mengambil peran mengeroyok Azni. Azni membalas ciuman Armand diikuti oleh ciuman Salma.

Ketiganya terlibat dalam ciuman panas bertiga. Kulihat bagaimana lidah mereka saling bertemu dan melumat. Kali berikut Azni kalah, tapi sebelum ia memilih orang yang disukainya untuk dicium, Salma berkata, Sekarang yang kalah harus mau diperlakukan apa saja, ok tuan-tuan Ya, ya, betul, kata suaminya, sambil bertanya padaku, Gimana Gus, setuju Aku ngikut aja dech, kataku sambil berharap akan sesuatu yang lebih erotis.

Azni kelihatan merengut, tapi tidak membantah. Ok silakan, aku mau diapain nich katanya pasrah. Salma menarik kedua tangan Azni dan membaringkan tubuh Azni di karpet. Lalu ia mencium bibir Azni sambil meminta suaminya mengerjai bagian bawah tubuh Azni dengan isyarat tangan.

Suaminya memegangi kedua belah paha Azni dan membukanya lebar-lebar, lalu mencium vagina Azni yang bersih tanpa rambut. Azni mengerang diperlakukan begitu oleh suami istri tersebut. Aku hanya memandangi mereka. Tak lama kemudian kudengar Salma berkata, Gus, kamu tidak ingin ikut menjatuhkan hukuman pada penjahat ini Aku diam saja sambil menggelengkan kepala.

Salma kembali menciumi bibir Azni sambil meremas-remas payudara Azni; sedangkan Armand sambil menciumi vagina Azni, tangannya mencari payudara Azni yang sebelah lagi. Habislah Azni diserang oleh kedua orang itu.

Lebih lama daripada yang tadi-tadi, ketiganya seakan tidak peduli atas kehadiranku, mereka terpaku pada apa yang ada di hadapannya. Apalagi kulihat Salma sudah berganti posisi dengan suaminya, dan gilirannya mengerjai vagina Azni, sedangkan suaminya kini menciumi payudara Azni, putingnya dilumat hingga Azni semakin kuat merintih.

Kedua tangan Salma kulihat memegang labia Azni dan membukanya lebar-lebar, lalu dengan suatu gerakan lembut ia menjulurkan lidahnya menusuk liang vagina Azni. Azni merintih, Oooouhhhh Annnnn, terusin .. yang dalam sayang!!!! Yahh gitu sayangggg Remasan tangan Armand pada payudara Azni berganti-ganti dengan gigitan lembut, membuat Azni semakin mengawang-awang menggapai kenikmatan.

Salma mendukung aksi suaminya dengan menjilati dan mengisap klitoris Azni. Pantat Azni sesekali terangkat dan pinggulnya menggeliat-geliat diserang Salma. Aku hanya melihat mereka sambil sesekali menelan ludah.

Salma menatapku dan menarik tanganku mendekati mereka. Ia mencium bibirku. Kurasa aroma khas vagina Azni pada ciuman Salma. Kami berpagutan dengan erat. Armand masih terus mencium dan meremas payudara Azni.

Salma mengajakku bersama-sama mencium vagina Azni. Kuikuti ajakannya. Tiba-tiba Azni berkata, Udah dulu dong! Masak aku diserang tiga orang sekaligus Kami tertawa-tawa. Salma kemudian berkata, Kita ke kamar aja yuk biar lebih enak pada permainan sesungguhnya Armand tidak menjawab, tapi mengikuti ucapannya.

Azni masih terbaring dengan napas tersengal-sengal menahan nafsu yang mendekati puncak. Aku berdiri bergandengan dengan Salma mengikuti Armand, tapi kutahan langkahku melihat Azni masih terbaring di karpet.

Kenapa Gus Yah udah, kalau kamu kasihan pada Azni, gendong aja dia, udah lemes tuh! katanya melepaskan tanganku. Aku berlutut di samping Azni, kuletakkan tangan kiriku di bawah lehernya dan tangan kananku di bawah lututnya.

Lalu tanpa meminta ijinnya, kugendong dia. Kedua tangan Azni memeluk leherku seakan-akan takut jatuh. Sambil menggendongnya kulangkahkan kaki ke kamar tidur Armand dan Salma. Azni sesekali mengangkat lehernya dan mencuri cium bibirku.

Aku membalas sambil membawa tubuhnya yang indah dan ketika tiba di kamar, tubuhnya kubaringkan di ranjang. Salma sudah membaringkan tubuhnya lebih dulu di situ. Begitu tubuh Azni terlentang di ranjang, Salma langsung memagut bibir Azni sambil jari-jarinya mengelus-elus sekujur tubuh Azni.

Armand melihat mereka berdua sambil memberi isyarat padaku untuk menonton adegan yang dipertontonkan kedua perempuan itu. Azni membalas ciuman Salma dan balas menciumi bibir Salma dan dengan ganas turun ke leher dan dada Salma.

Salma kini ada di bagian bawah, dengan Azni di atas tubuhnya menciumi leher, payudara, perut dan kini mengarah ke paha Salma. Ciuman Azni berhenti di paha Salma dan kedua tangannya menguakkan labia vagina Salma serta mencari klitoris dan menjilati vagina Salma.

Salma tidak mau tinggal diam diperlakukan seperti itu, pantat Azni ia tarik dan ia tempatkan paha Azni tepat di atas wajahnya, lalu ia melakukan hal yang serupa terhadap Azni. Kedua perempuan itu kini berada dalam posisi 69.

Saling mencium, menjilat, sambil mendesah, mengerang dan merintih. Rintihan mereka semakin memuncak ketika keduanya kami perhatikan menusukkan jari ke dalam vagina yang lain sambil menciumi vagina dan klitoris.

Dengan suatu jeritan panjang, keduanya mengalami orgasme bersama-sama. Lalu keduanya saling berciuman bibir, bersama-sama berbagi cairan vagina yang diperoleh. Keduanya berpelukan di ranjang.

Sedangkan aku dan Armand mendekati mereka berdua. Ranjang itu kini dimuati empat orang dewasa sekaligus. Salma ada di dekatku, sedangkan Azni ada di dekat suaminya. Gus, Azni pengen sekali kenalan dengan penismu, bisik Salma lembut di telingaku sambil menciumi dagu dan bibirku. Hmmm, makin gila aja kita ini, kataku sambil membalas ciumannya.

Kulirik Armand juga sedang berciuman dengan Azni. Armand semakin ganas menciumi bibir, leher dan dada Azni. Mungkin ia masih terpengaruh oleh adegan lesbian tadi yang ditampilkan kedua perempuan itu.

Aku sendiri merasa hampir orgasme tadi, tetapi kutahan dengan mengalihkan perhatian kepada hal-hal lain. Armand menciumi setiap liku-liku tubuh Azni hingga kembali Azni mendesah dan mengerang.

Salma menciumi tubuhku hingga penisku mencapai ketegangan puncak. Saat akan kumasukkan penisku ke dalam vagina Salma, ia justru menolak tubuhku, Ntar Gus, giliran Azni dulu. Sudah lama ia berharap. Lho, dia kan sedang main dengan suamimu protesku.

Nggak apa-apa, kalian berdua kerjai dia dulu. Ntar baru giliranku. Sudah lama ia tidak dikunjungi suaminya. Haus banget tuh! katanya menjawab protesku. Kulihat Azni mendesah-desah diciumi vaginanya oleh Armand. Kedua tangannya meremas-remas payudaranya.

Salma mendekati mereka berdua dan mencium bibir Azni sambil meremas-remas payudara Azni. Kedua tangan Azni kini mengelus punggung Salma sambil sesekali meremas payudara temannya. Salma memainkan lidahnya dan menggelitik leher Azni.

Azni menggelinjang. Tanganku ditarik oleh Salma mendekat, sehingga aku kini ikut ke dalam kancah pertempuran. Pantatku ditarik oleh Salma mendekati wajah Azni hingga penisku tepat berada di atas mulutnya.

Lidahnya mulai menjulur keluar dan menjilati kepala penisku. Lalu ia mengangkat lehernya dan dengan bantuan tangan kirinya, dipegangnya penisku memasuki mulutnya. Tak kalah dengan permainan lidah dan mulut Salma, Azni pun memainkan penisku dengan hebatnya.

Aku merasakan darahku mengalir deras memasuki setiap sel di penisku dan gelora birahi mencapai ubun-ubunku hingga rasanya sudah ingin mencapai orgasme. Tapi kutahan gelora tersebut. Kudengar Salma berkata pada suaminya, Mas, kasih kesempatan pada Agus dong, biar mereka dulu yang main sayang! Suaminya bangkit dan memberi kesempatan padaku untuk mendekati bagian vagina Azni.

Aku tidak lagi menciumi vaginanya, kuatir spermaku muncrat. Kugesekkan penis pada klitorisnya dan kemudian ke celah-celah vaginanya. Azni mengerang sambil menarik pantatku agar semakin dalam memasukkan penis ke dalam vaginanya.

Aku menancapkan penis ke dalam vaginanya dengan irama pelan namun teratur. Azni semakin meracau mendapat perlakuan demikian, Gus, yang dalam dong. Cepetan, aku sudah nggak kuat nich pintanya.

Nggak ku ku nich yeee goda Salma dan ditimpali suaminya dengan ucapan, Iya tuh Gus, masak tidak kasihan pada kaum yang lemah sich Kupercepat gerakan pantatku menekan sambil melempar senyum pada Salma dan Armand.

Sambil memaju-mundurkan pantatku, dalam hati aku berterima kasih pada kedua suami istri ini, sebab mereka membuatku dapat merasakan vagina perempuan Sunda seperti Azni. Agak beda dengan Salma.

Di bagian dalam vaginanya seakan-akan ada mpot ayamnya. Tak ingin menyerah padanya, kutarik penisku keluar vaginanya dan kupegang penisku pada pangkalnya dengan tangan kananku lalu kugesek-gesekkan kembali pada klitorisnya.

Azni mendesah dan merintih semakin lirih, Gussss, ayooooo masukin lagi sayang! Aku mau sampai nich.. Oooouggghhhh enak banget siccchhhh Geliat pinggulnya semakin cepat. Payudaranya diciumi dan diremas oleh Armand sedangkan bibirnya dilumat lagi oleh Salma. Diserang bertiga begitu, tentu saja ia blingsatan.

Kembali penis kumasukkan sedalam-dalamnya ke vaginanya. Ahhhhhh, nikmaattttnya Gusss!!! rintihnya. Gerakanku kini semakin kencang mengimbangi geliat tubuhnya, apalagi ketika pantatnya terangkat-angkat seakan-akan menginginkan penisku masuk lebih dalam lagi.

Kuletakkan kedua tanganku di bawah pinggulnya dan agak kuangkat pantatnya hingga hunjaman penisku semakin dalam. Kedua pahanya melingkari pinggulku dengan ketat. Kuat benar perempuan Sunda ini, jepitannya maut, batinku. Ahhhh, Guss . Aku dapat oooooouuugghhhh .. sshshhhhh, jeritnya sambil menyorongkan pantat dan pinggulnya ke arah pahaku sehingga kedua kemaluan kami begitu rapat menyatu, seakan tak dapat dipisahkan lagi.

Ya sayang, sama-sama, aku juga dapet niccchhh . Akkkkhhhh . geramku sambil menancapkan penis hingga ke pangkalnya. Kurasakan mpot-mpot ayam di dalam vaginanya meremas-remas kepala penis dan denyutan dinding vaginanya begitu hebat menjepit kulit batang penisku.

Kuhentakkan beberapa kali penis sedalam-dalamnya ke dalam vagina Azni. Armand meremas dan menggigit mesra payudara Azni bergantian kiri dan kanan, sedangkan Salma tak melepaskan bibir Azni dari pagutan mautnya.

Azni masih terengah-engah waktu kucabut penisku. Armand yang melihat Azni terbaring mencoba mengarahkan penisnya ke dalam vagina Azni, tapi Azni menolak, Jangan dulu Dick, masih lemas nich! Kamu dengan Salma dulu dech! Armand tampak agak kecewa, tapi Salma mencium bibir Armand sambil menghibur, Benar sayang, kenapa kamu tidak denganku saja dulu, ntar kalau Azni sudah segar lagi, baru kau kerjai dia. Armand tak menjawab.

Setelah membalas ciuman Salma, ia menyuruh istrinya nungging dan menempatkan diri di belakang istrinya. Entah ia dendam atas kata-kata istrinya, ia tidak pakai aba-aba lagi, bukannya memasukkan penisnya ke dalam vagina, malah ia langsung mengarahkan penisnya ke anal Salma.

Salma yang juga sudah naik birahi melihatku main dengan Azni, menerima saja perlakuan suaminya. Namun ia menempatkan wajahnya di antara kedua pahaku yang berbaring di samping Azni. Sambil menikmati hunjaman penis suaminya, ia mencium dan menjilati penisku yang masih belepotan dengan cairan vagina temannya dan spermaku.

Tanpa merasa jijik sedikit pun, ia melakukan hal itu, sambil menggenggam penisku yang kembali tegang diperlakukan seperti itu. Azni tersenyum melihat mereka dan melabuhkan ciumannya pada bibirku. Aku meraba payudara Azni sambil menikmati kuluman bibir dan jilatan lidah Salma pada penisku.

Azni kembali terangsang kuremas dan kurabai payudaranya. Tapi aku tidak memberikan peluang untuknya lagi, sebab sudah punya rencana sendiri. Kuangkat wajah Salma dari celah-celah pahaku dan kupindahkan ke vagina Azni.

Semula Salma mau protes, tetapi ia mungkin belum mengerti apa yang akan kulakukan. Aku bangkit dari posisi berbaring dan kutarik tubuh Salma agar berada pada posisi berlutut. Sambil tetap dikerjai suaminya dari belakang, aku ciumi bibir Salma dan kutempatkan tubuhku tepat di bawah tubuhnya.

Kini vaginanya tepat berada di atas penisku. Kuarahkan penisku ke vaginanya sambil terus menciumi bibirnya. Salma tersenyum, sekarang baru ia mengerti mengapa aku menaruh wajahnya tadi pada vagina temannya.

Kini penisku berada di dalam vagina Salma, sedangkan penis suaminya menancap di anal Salma. Mulutku kuarahkan pada payudara Salma agar ia kembali dapat mencium dan menjilati vagina temannya.

Azni kembali diserang oleh Salma yang mendapat keroyokan suaminya dan aku. Salma semakin mendesah dan rintihannya seperti biasanya, yang cenderung ke arah jeritan, membahana ketika penis suaminya semakin cepat masuk keluar analnya, sedangkan penisku masuk keluar ketika ia memaju-mundurkan tubuhnya di atasku.

Aaaauuuuhhhhh, enakknnyaaa . Aduuuhhhh . nikmat !!! keluar dari dalam mulutnya. Suaminya memegang kedua pinggulnya sambil menghentakkan penis sedalam-dalamnya sambil bertanya, Mana yang paling enak, sayang Punyaku di pantatmu atau punya Agus di mem*kmu Salma menjawab di sela-sela rintihannya, Ssshshh, aaaahhhhh. punyamu enak banget sayang, besar dan panjang, tapi jangan terlalu kuat, ntar pecah ususku, sayang! Ooouggghhhh, punyamu juga enak Gus, tidak terlalu besar, eeehhhsss, tapi mainnya lincah banget sichhhhh Ohhhhhh .

Armand memperlambat laju pantatnya maju mundur di belakang pantat Salma. Azni kudengar merintih makin kuat, mungkin sebentar lagi ia akan orgasme pula. Armand mengerang dan memeluk tubuh istrinya kuat-kuat dari belakang.

Ia rupanya sudah orgasme. Salma, entah karena sudah sering kami kerjai berdua, semakin kuat melawan, agak lama baru orgasme. Pada puncak orgasmenya, ia menggeram kuat-kuat dan memeluk punggungku dengan kuatnya sambil mencium bibirku dan menggigit lidahku, sementara payudaranya diremas kuat-kuat oleh tangan suaminya dari belakang.

Bersamaan dengan itu, jari-jarinya menekan klitoris dan vagina Azni, dan kudengar Azni juga menjerit, Annnn, aduuhhhh aku dapet lagi sayang!!!! Aku sendiri, karena baru orgasme waktu dengan Azni, belum keluar lagi.

Dengan penis yang mulai layu, Armand menarik tubuhnya dari belakang tubuh istrinya. Istrinya masih berbaring menelungkup di atas tubuhku sambil menikmati penisku yang masih tegang dalam vaginanya. Armand beringsut ke dekat Azni dan berciuman sambil berpelukan dengan Azni sambil menyaksikan istrinya masih menindih tubuhku di bagian bawah mereka.

Vagina Salma masih berdenyut-denyut menjepit penisku. Tak lama kemudian ia mengangkat tubuhnya dari atasku dan menarik diriku berbaring di dekat suaminya dan Azni. Kami berempat berbaring bersisian sambil sesekali berciuman atau mengusap lembut tubuh yang lain.

Setengah jam kemudian Azni bangkit menarik tanganku dan Armand dan mengajak kami berdua main lagi dengannya. Rupanya ia penasaran melihat temannya kami serang berdua tadi. Armand tidak menolak. Ia berciuman dengan Azni sambil mengusap-usap payudara Azni dan merabai vaginanya.

Aku masih berbaring menatap mereka berdua sambil mengelus-elus payudara Salma. Kutoleh ke arah Salma seolah meminta persetujuan, Salma seakan mengerti maksud tatapanku, berkata, Ayo Gus, kamu ladeni lagi Azni. Ia juga kuat koq, jangan kuatir ia bakal pingsan ntar.

Kamu udah tahu kehebatan mem*knya tadi, kan Iya tuh, kayak ada cincin baja aja dalam mem*knya, penisku hampir tak bisa bernafas dibuatnya, kataku bercanda. Emangnya aku tukang besi, sampe memasukkan cincin baja ke dalam mem*kku bantah Azni di sela-sela ciuman bibirnya dengan Armand.

Kami berempat tertawa. Aku masih berbaring ketika Armand menempatkan tubuh Azni di atas tubuhku. Rupanya Armand ingin aku mengerjai anal Azni sambil ia memasukkan penisnya ke dalam vagina Azni.

Azni berjongkok di atas pinggangku, membelakangi wajahku dan perlahan-lahan menaruh penisku tepat di atas analnya. Kurasa ia agak mengalami kesulitan, sebab agak lama barulah penisku dapat memasuki analnya.

Aaauuuhhh, koq agak sakit An Waktu kamu masukkan penis buatan koq tidak sesakit ini tanyanya pada Salma. Penis buatan kan lebih kecil daripada kont*l, sayang! Coba kamu nikmati, ntar lagi bakalan enak deh, dijamin halal, katanya.

Azni tidak menjawab, desah kesakitan yang keluar dari mulutnya berganti dengan rintihan nikmat, agaknya ia mulai merasakan kenikmatan akibat masuknya penisku ke dalam analnya. Sejenak kami berdua merasakan posisi tersebut.

Salma kulihat berlutut di sebelah kiri kepalaku, meremas-remas payudara Azni sambil memberikan vaginanya kukerjai. Armand mendekati Azni dan menempatkan penisnya ke vagina Azni. Maka mulailah episode baru seperti yang dialami Salma tadi, dengan pemain utama yang berbeda, yaitu Azni.

Azni melenguh pelan waktu penis Armand yang agak besar melesak ke dalam vaginanya. Ehssshhhh, pelan-pelan Dick, penismu jumbo sich! desisnya disertai tawa ringan Salma mendengar gurauan temannya terhadap penis suaminya.

Emangnya ikan lele, Hen Desahan nikmat Azni bercampur erangan Armand dan aku. Salma belum terdengar mengerang, mungkin karena vaginanya belum tuntas kukerjai. Kedua tangan Azni bertumpu ke belakang menahan tubuhnya, sedangkan Armand terus memasuk-keluarkan penisnya ke dalam vaginanya, sementara penisku dari bawah berada pada posisi pasif bergantung pada kehendak Azni menaik-turunkan pantatnya agar analnya masuk keluar menikmati hunjaman penisku.

Kugeser letak kedua paha Salma agar berpindah tempat hingga kini posisinya berlutut tepat di atas wajahku, tubuhnya tepat berada di belakang Azni, menyangga tubuh Azni yang melengkung ke belakang di atas tubuhku.

Kulihat dari bawah, kedua tangan Salma meremas-remas payudara Azni. Terangsang melihat ulahnya, kuarahkan kedua tanganku meremas-remas kedua payudara Salma. Armand kudengar semakin kuat menggeram, mungkin ia semakin dekat ke puncak kenikmatannya.

Laju penisnya kurasa semakin cepat di atas tubuhku, masuk keluar vagina Azni. Desahan kami berempat bercampur, tetapi rintihan kedua perempuan itu mengalahkan suara Armand dan aku. Cairan vagina Salma semakin deras menetes ke dalam mulutku.

Apalagi sewaktu kujulurkan lidahku dalam-dalam ke liang vaginanya atau ketika klitorisnya kuisap kuat-kuat. Sssshh, terusin Gus, yah, yahhhhh gitu sayang! Enakkkkhhh tuuuuhhh, ooouggghhh.. rintihnya sambil meliuk-liukkan tubuh di atas wajahku.

Kupercepat isapan pada klitorisnya sambil memberi variasi dengan menjilat dan mengisap kedua labia vaginanya bergantian, kiri kanan. Henn, aku mau keluar nih . Kamu sambut ya sayang kudengar suara Armand dan tiba-tiba ia mencabut penisnya dan mengarahkannya ke mulut Azni.

Azni menyambut gembira penis Armand. Digenggamnya dengan tangan kanan batang penis Armand sedang tangan kirinya mengusap lembut testis Armand. Beberapa isapan mulutnya membuat Armand tak kuasa lagi menahan semprotan spermanya dan ia mendorong penisnya ke dalam mulut Azni.

Salma kulihat semakin kuat menggeliat dan mengerang. Agaknya ia pun bakal menyusul suaminya. Ooohhh, Gus, aku orgasme sayang! erangnya sambil menggesek-gesekkan labianya ke wajahku. Habislah wajahku dipenuhi oleh vaginanya yang basah dengan sedikit rambut halusnya.

Kedua suami istri itu kemudian saling berpelukan dan berciuman sambil melihat kami berdua, Azni dan aku masih dalam posisi semula. Tukar posisi dulu, biar kamu cepet sampai! saran Salma. Azni bangkit berdiri hingga penisku keluar dari dalam analnya.

Lalu ia menungging membelakangiku, berharap aku mengerjainya dengan doggy style. Aku berdiri di belakang tubuhnya, mengusap-usap pahanya yang putih mulus dan dengan perlahan-lahan memegang kedua pangkal pahanya dengan kedua tanganku. Lho, mau pakai gaya apa Gus tanyanya penasaran.

Tenang saja, sayang, pokoknya nikmati saja! kataku sambil mengangkat kedua belah pahanya mendekati pinggangku dan kuarahkan penisku ke dalam vaginanya. Diperlakukan begitu olehku, Kedua tangannya hampir tak kuat menahan tubuhnya, ia menahan tubuh bagian atasnya dengan kedua siku tangannya sedangkan vaginanya mulai disusupi oleh penisku.

Dengan doggy style yang divariasi begini, membuat tusukan penisku pada klitoris dan liang vaginanya semakin maksimal, dan desahan Azni berganti menjadi jeritan-jeritan kecil penuh kenikmatan.

Ahhh, nikmat sekali An! Pinter banget temanmu ini memberi kenikmatan padaku. Salma hanya tersenyum memandangi Azni. Suaminya Armand duduk bersandar di punggung ranjang menatap kelakuan kami.

Penisku masuk keluar vagina Azni semakin kuat. Kedua belah pahanya kutarik dan kudorong makin cepat hingga penisku mendapat tekanan yang hebat ketika kutarik kedua pahanya, tetapi ketika kudorong ke depan, denyutan vaginanya seolah-olah tak rela ditinggalkan penisku.

Dengan beberapa kali hentakan, kuhantarkan Azni ke puncak kenikmatannya. Teriakan panjangnya terdengar, tetapi dengan cepat mulutnya disumpal oleh mulut Salma yang begitu lincah memagut. Auuuggghhhh, mmmppppfff .

Aaahhh. Kami berempat berbaring sambil meredakan nafas yang terengah-engah. Aku masih belum orgasme lagi sementara mereka bertiga sudah mendapatkan orgasme barusan. Rasa kurang puasku agaknya dipahami Salma yang tahu bagaimana daya tahanku, sebab ia selama ini sangat tahu bagaimana cara memuaskanku.

Kalian berdua di sini dulu, ya Aku mau berduaan dengan Agus dulu, katanya sambil menarik tanganku dan turun dari ranjang. Wah, ada rahasia apa nih Dick, koq kita berdua tidak diajak ya goda Azni sambil melihat ke arah Armand.

Armand hanya mengangkat bahu sambil menarik tangan Azni agar mendekati dia. Armand memeluk tubuh Azni sambil mencium bibirnya dengan lembut. Azni membalas dan mereka kembali terlibat dalam ciuman yang memabukkan, tak peduli lagi terhadap Salma dan aku.

Dengan bertelanjang, Salma menarik tanganku. Kami berdua melangkah ke ruang tengah. Salma mengajakku ke arah sofa, tapi tidak untuk duduk, melainkan menempatkan tubuhnya di atas sandaran sofa dengan kaki kanannya naik mengangkangi sandaran sofa, sedangkan kaki kirinya menapak ke lantai.

Ini salah satu variasi dari doggy style yang juga merupakan salah satu posisi favoritnya. Perlahan-lahan kugesekkan penisku ke vaginanya dari belakang. Masih lembab kurasakan vaginanya. Masukin Gus, ayo! pintanya.

Kumasukkan penisku makin dalam ke vaginanya. Beberapa tusukan yang kulakukan membuat Salma merintih, tidak hanya mendesah. Itu akibat tekanan penisku pada klitoris dan dinding vaginanya. Lebih cepat lagi, sayang!!! rengeknya manja.

Kuikuti permintaannya dengan semakin mempercepat laju pantatku maju mundur, sehingga penisku makin cepat masuk keluar vaginanya. Kedua tanganku kujulurkan ke depan merabai kedua payudaranya, yang kiri berada di sebelah kiri sandaran sofa sedang payudara kanannya berada di sebelah kanan sandaran sofa.

Remasan tanganku pada kedua payudaranya ditambah tusukan penisku membuatnya makin terangsang hebat. Apalagi ketika tubuhku kutempatkan tepat di atas punggungnya sambil meremas dan menusuk, kujilati punggungnya dan sesekali menggigit lembut pundaknya.

Rintihan Salma semakin menaik dan geliat pinggulnya semakin kuat. Guuusss .. aaaahhhhh .. enaknyaaa . Aku dapat lagiiiii sayangggg . Aku ingin bersamaan mencapai puncak kenikmatan, sehingga berusaha mengejar dirinya dengan semakin kuat menggerakkan penisku di dalam vaginanya yang semakin kuat menyedot penisku.

Denyutan dinding vaginanya membuat penisku sampai pada puncak aksinya dan dengan suatu erangan kenikmatan, kutusukkan penisku sedalam-dalamnya sambil memeluk tubuh Salma dan meremas payudaranya.

Penisku merasakan kenikmatan yang hebat sewaktu kepala penisku kubenamkan dalam dan membiarkannya di dalam vaginanya. Kedutan-kedutan halus kurasakan pada kepala penisku, hingga rasanya aku tak lagi menjejak bumi.

Plok, plok, plok, plok, kudengar suara tepukan dua pasang tangan. Rupanya Armand dan Azni sudah berdiri tinggal beberapa meter dari kami dan melihat kami berdua main. Ada acara nambah nich yee gurau Azni sambil mendekati kami dan bersama-sama Armand duduk di sofa dekat kami.

Aku tersenyum mendengar kata-kata Azni. Beberapa saat kemudian kucabut penisku dan berdiri lalu mengambil tempat duduk di dekat mereka. Salma lalu menyusul hingga kami berempat duduk di sofa dalam keadaan masih bertelanjang bulat.

Aku jadi pengen lagi nih Dick. Gimana, bisa bantu aku nggak tanya Azni pada Armand. Sepanjang bisa kulakukan, silakan tuan putri, sambut Armand dengan gaya seorang hamba terhadap tuan putrinya.

Azni lalu berdiri dan mengalungkan kedua lengannya ke leher Armand, sambil mencium bibir Armand ia berbisik pelan tanpa dapat aku dan Salma dengar apa yang ia bisikkan. Kami hanya tersenyum melihat ulah Azni.

Setelah beberapa saat mereka berciuman sambil berpelukan dalam keadaan berdiri, tiba-tiba kami amati Armand berjongkok dan memegang pergelangan kaki Azni lalu membalikkan tubuh Azni hingga kini kedua tangan Azni bertumpu ke lantai sedangkan kedua kakinya berada di atas dipegangi oleh kedua tangan Armand pada bagian pergelangan kakinya.

Posisi 69 dimodifikasi, bisik Salma perlahan. Asyik juga tuch. Kapan-kapan kita coba ya, Gus sambungnya. Aku mengangguk sambil menatap lekat-lekat pada Armand dan Azni. Sambil bertumpu pada kedua tangannya yang ada di lantai, kepala Azni bergerak-gerak mendekati pangkal paha Armand mencari penisnya.

Lalu lidahnya mencium dan menjilati penis Armand. Armand sendiri tidak tinggal diam, diperlakukan demikian, ia tak kalah ganasnya, lidahnya terjulur ke vagina Azni yang ada tepat di depan wajahnya.

Keduanya saling mencium, menjilat dan mengisap kemaluan yang lain dalam posisi enam sembilan, namun dalam posisi si pria berdiri, sedangkan si perempuan berada pada posisi terbalik dengan kedua tangannya bertumpu di lantai.

Salma bangkit berdiri mendekati mereka berdua. Ia mendekati belakang tubuh Azni dan menciumi pantat Azni. Kadang-kadang mulutnya bertemu dengan mulut suaminya. Mereka berciuman dan sesekali sama-sama menjilat vagina Azni.

Lubang anal Azni tak luput dari jilatan lidah mereka berdua. Azni benar-benar dikerjai habis-habisan oleh kedua suami istri itu. Rintihan Azni tak membuat mereka menghentikan aksinya, bahkan semakin liar mencium, menjilat dan jari-jari Salma turut bekerja masuk keluar vagina dan anal Azni, hingga tak kuasa lagi Azni pun meraung mencapai titik kenikmatan tertinggi.

Entah bagaimana cara mereka mengerjai Azni, tapi aku terkejut juga sewaktu melihat Azni menjerit, sebab dari vaginanya kulihat cairan muncrat beberapa kali. Mungkin karena ia benar-benar sampai kepada kenikmatan yang tak terkira hingga air seninya turut keluar bersamaan dengan cairan vaginanya, pikirku dan kuingat kejadian yang suka dialami Salma kalau main sampai begitu hebatnya denganku.

Armand mengangkat dan meletakkan tubuh Azni di sofa panjang tepat di samping kiriku. Salma mengambil tempat di sebelah kananku, sedangkan Armand duduk di sebelah kiri Azni. Beberapa ciuman didaratkan Armand pada bibir Azni.

Salma tak kalah buas dengan suaminya, memagut bibirku dengan lahapnya sambil jari-jarinya mengelus-elus dadaku. Azni sendiri mengelus-elus penisku sambil terus berciuman dengan Armand. Aku melirik ke jam dinding, menunjukkan pukul 02.30.

Tiga jam sudah kami berempat melakukan hubungan seks gila-gilaan sejak main kartu tadi. Setelah mengaso beberapa saat, Armand kembali terangsang sebab elusan jari-jari Azni pada penisnya membuat penisnya kembali tegang.

Bertelekan pada sofa kecil tanpa sandaran, dengan sebelah kaki menekuk, Azni dihajar dari belakang oleh Armand. Melihat mereka, Salma tak mau ketinggalan. Ia memintaku melakukan hal yang sama dalam arah yang berlawanan, sedemikian rupa hingga wajahnya berdekatan dengan wajah Azni.

Aku menyetubuhi Salma dari belakang, sedang suaminya, Armand, menancapkan penisnya ke vagina temannya, Azni. Armand dan aku makin terangsang dan mempercepat laju permainan kami manakala melihat Azni dan Salma berciuman dengan mesranya sambil tangan mereka bermain meremas-remas payudara satu sama lain.

Armand tak lama kemudian orgasme dan menarik diri dari arena pertempuran, namun kedua perempuan itu belum mencapai puncak kenikmatan lagi. Kubaringkan tubuhku di karpet dan meraih tubuh Azni agar menindih tubuhku.

Dengan posisi menduduki perutku berhadapan denganku, Azni memasukkan penisku ke dalam vaginanya lalu mulai menaik-turunkan tubuhnya di atas perutku. Salma yang melihat permainan kami berlutut di samping kami berdua.

Kuraih pahanya agar mendekatiku, dan kutempatkan vaginanya tepat di atas wajahku. Dengan aku berbaring di bawah tubuh mereka berdua, penisku menancap dengan mantapnya di dalam vagina Azni, sedangkan vaginan Salma kucium dan jilat semakin gencar.

Permainan bertiga kami semakin hangat ketika kedua perempuan itu saling berciuman. Sambil berciuman, Azni meremas-remas payudara Salma dan mengelus-elus putingnya. Tak mau ketinggalan aksi, Salma pun meremas-remas payudara temannya, bahkan sesekali menarik-narik putingnya hingga mata Azni membeliak-beliak menahan nikmat.

Gerakan Azni semakin buas naik-turun di atas perutku. Kusambut gerakannya dengan sesekali menaik-turunkan pinggul hingga penisku benar-benar masuk sedalam-dalamnya ke vaginanya. Salma membantu aksiku dengan merabai klitoris temannya pakai tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya terus meremas payudara Azni dan memilin-milin putingnya.

Uuuhh, oooohh . Sssshhhh. Gila kamu An, diapain klitorisku desahnya sambil terus menarik-turunkan tubuhnya dan meremas-remas payudara Salma. Diserang dari dua jurusan seperti itu, membuat Azni makin kencang menggeliat-geliatkan tubuhnya dan dengan satu lengkingan kuat, ia mencapai orgasme.

Dengan lincahnya, Salma memagut bibir temannya kuat-kuat dan memegang kedua payudara Azni dengan remasan yang amat kuat, sehingga kedua putingnya kulihat menyembul begitu indah dan runcing.

Lengkingan Azni berubah menjadi rintihan ketika Salma mencium bibirnya dan menyedot puting payudaranya secara bergantian dengan gerakan yang cepat, Ooohhhh, ssss. Ahhhhh .. ooouuggghhhhh .. Annnn Luar biasa kedua perempuan ini, tak kenal lelah.

Pantas Armand suka kewalahan melayani istrinya yang begini kuat main seks, kataku dalam hati. Salma kemudian menggeser tubuh Azni agar bangkit berdiri. Salma kemudian menempatkan tubuhnya di atas perutku, seperti posisi yang barusan dilakukan temannya dan menarik tubuh Azni agar berganti dengannya.

Diserang dari dua jurusan seperti itu lagi, membuat penisku terus tegang dan kembali memasuki vagina yang berbeda. Kini vagina Salma dengan sedikit rambut halusnya mendapat giliran untuk kuhantarkan ke gerbang kenikmatan.

Vagina Azni yang masih basah kuyup dan tetesan cairan vaginanya di sela-sela pahanya, kujilati dengan lembut dan kumasukkan lidahku ke dalam vaginanya, menelan seluruh cairan yang masih tersisa di dalam.

Salma bergerak naik turun di atas perutku, tak ingin kalah aksi dengan temannya barusan, ia pun menggeliat-geliatkan tubuhnya sedemikian rupa dengan gerakan erotis, hingga penisku kurasa mendapatkan remasan yang kuat dan denyutan yang luar biasa di dalam vaginanya.

Sesekali ia menghentikan gerakannya dan berkonsentrasi pada vaginanya yang melakukan gerakan menyedot dan mengisap penisku. Denyutan dinding vaginanya begitu nikmat membuatku seakan-akan terbang di angkasa.

Rupanya ia ingin menunjukkan kebolehannya dibandingkan temannya tadi. Azni tersenyum melihat aksi temannya dan meremas-remas payudara Salma. Sesekali Azni menampar ringan pantat Salma, sehingga Salma mem*kik-mekik, Ahhh . Ooohhh .. terusin Hen oooohhh . ssssssshh .. adddduuuhhhhh . nikmaatttt . aaahhhhh .

Menyaksikan perbuatan kedua perempuan di atasku, membuatku tambah bersemangat. Kuhentakkan pinggul dan perutku kuat-kuat ke atas, hingga tubuh Salma tersentak ke atas, Oooouuggghhh enak Gussss . Oooohhhh . sssshhh desisnya seperti orang kepedasan.

Remasan Azni pada payudara Salma membuat Salma semakin kuat menggeliat-geliatkan tubuhnya dan kembali ia menaik-turunkan tubuhnya di atas perutku. Sementara itu, jilatan dan isapan bibir dan lidahku semakin ganas mengerjai vagina dan klitoris Azni.

Sesekali lubang analnya kukait-kait dengan lidahku, hingga Azni pun kembali merintih. Merasakan rangsangan pada vaginanya, membuat Azni kembali menciumi bibir Salma dengan kuat. Azni dengan sisa-sisa kekuatannya mencoba bertahan, tetapi dengan isapan bibirku dan jilatan lidahku, membuatnya tak lama kemudian kembali orgasme.

Aaaahhhh Gus, aku dapat lagiiiii sayangggg! rintihnya. Hebat juga, bisa berturutan dalam waktu berdekatan, ia capai kembali puncak kenikmatan. Ia mencoba menarik kedua pahanya dari serangan mulut dan lidahku, tetapi kutahan kedua pahanya dengan tanganku sambil meremas-remas payudaranya.

Salma yang melihat temannya sudah orgasme lagi, membalas ciuman Azni dan membelai-belai punggung Azni, meremas-remas pantat dan juga payudara temannya. Penisku yang dikerjai Salma semakin tak kuasa membendung aliran yang akan keluar.

Ann .. uuuuhhh aku mau keluar, sayanggggg!!! erangku sambil menggerakkan pinggulku ke kiri dan kanan. Ok sayang, kita bareng ya Aku juga mau dapet nihhh . Ayo tancap yang kuat, oooohhhhh . uuuuhhh . mmmmfffhhhhhh . Ooooouuugggghhhh . rintihan Salma berubah menjadi jeritan memenuhi ruangan itu. Kurasakan aliran spermaku keluar dengan derasnya ke dalam vagina Salma.

Salma pun mencapai kenikmatan hingga tubuhnya melengkung ke belakang disertai serangan bibir dan lidah Azni pada payudaranya. Agak lama Salma melakukan itu, denyutan liang vaginanya meremas-remas penisku masih terasa begitu kuat, ketika Azni menarik dirinya dari atas wajahku dan menciumi bibir temannya.

Kedua perempuan itu berciuman dengan mesra sambil mengelus-elus tubuh yang lain secara serempak. Salma mangangkat tubuhnya dan mengeluarkan penisku dari dalam vaginanya, lalu seolah-olah sudah sepakat, keduanya menundukkan muka di pangkal pahaku dan menciumi penisku. Jilatan lidah keduanya membuat aku semakin mengawang.

Kedua tanganku kugunakan untuk meremas-remas payudara kedua perempuan itu. Rasa geli bercampur nikmat memenuhi diriku. Lidah yang satu bergantian menjilati kepala penisku. Batang penisku tak luput dari sasaran mereka.

Bahkan testisku turut dikulum dimasukkan ke dalam mulut mereka secara bergantian. Azni yang pertama-tama kulihat memasukkan penisku ke dalam mulutnya hingga masuk sedalam-dalamnya. Sekitar tiga menit ia melakukan itu, lalu menyorongkan penisku ke mulut Salma.

Salma menyambut dan menciumi kepala penisku, lubang kencingku dijilatinya dan dengan lahapnya ditelannya penisku hingga ke pangkalnya, persis seperti yang dilakukan temannya barusan. Setelah puas menelan penisku secara bergantian, mereka berciuman sambil memegangi penisku. Permainan itu mengakhiri sesi kami saat itu.

Sebab setelah sama-sama orgasme, kedua perempuan itu mengajak kami masuk kamar lagi dan akhirnya kami berempat tidur dalam keadaan telanjang hingga pukul 9 pagi. Paginya kami mandi berempat dan sempat saling berciuman di kamar mandi, tetapi tak ada permainan panas lagi di situ, sebab perut kami sudah lapar minta diisi.

Salma hanya memanaskan nasi dan menggoreng telur mata sapi untuk sarapan kami berempat, lalu kami berempat duduk-duduk di teras belakang membahas permainan kami semalam sambil tertawa-tawa.

Begitulah pengalamanku main berempat dengan Armand, istrinya Salma dan teman istrinya, Azni. Sebelum hamilnya Salma, pernah ia mengajakku menginap di rumahnya waktu suaminya bertugas ke Hongkong selama 2 minggu.

Waktu aku menginap itu, temannya Azni datang beberapa kali sehingga kami bertiga melakukan hubungan seks panas. Dua hari menjelang pulangnya Armand, Azni menginap lagi bersama kami, tetapi kali ini ia tidak sendiri, melainkan membawa seorang temannya, Arie, seorang gadis lajang peranakan Madura Ambon, orangnya tomboy, tidak cantik, tetapi dengan kulitnya yang hitam manis, dengan sedikit kumis tipis di atas bibirnya, membuat dirinya menarik, walaupun payudaranya paling kecil dibandingkan Salma dan Azni.

Mula-mula aku tak begitu senang karena melihatnya ngomong ceplas-ceplos, tetapi begitu kenal semakin lama, enak juga ngobrol dengannya. Malamnya ketika habis makan, ketiga perempuan itu mengajakku nonton film blue berempat.

Film yang mereka putar adalah film lesbi, tetapi menjelang akhir film tersebut, dipertunjukkan kehadiran seorang pria yang dikeroyok tiga orang perempuan. Wah, apa ini pertanda baik atau buruk pikirku, harap-harap cemas.

Pengen main dengan Azni dan Salma seperti biasanya, tetapi malu ada teman mereka. Lagi-lagi hal itu merupakan bagian dari rencana Azni dan Salma untuk mengerjaiku, sebab Arie adalah teman Azni, juga bukan lesbi tulen, tetapi berulang-kali patah hati oleh perlakuan pria, hingga tak pernah berniat lagi untuk menikah.

Kehadiran Arie ini membuka babak baru petualangan seksku, sebab ternyata ia sangat ahli dalam bermain seks, bahkan dengan alat bantu penis buatan, ia mampu membuat Azni dan Salma menjerit-jerit nikmat.

Hebatnya lagi, mereka bertiga berhasil memperdaya diriku untuk mengajak main seks misterius, di mana kedua mataku ditutupi kain hitam, lalu kedua kaki dan kedua tanganku dipentang lebar-lebar dan diikat dengan tali ke empat sudut ranjang.

Aku yang memang penasaran akan pengalaman baru, mau saja diperlakukan begitu. Belakangan barulah aku tahu, bahwa Arie ingin mengerjai analku dengan penis buatan yang ia ikatkan tepat di depan vaginanya.

Sambil mengangkat kedua pahaku agar penis buatan itu masuk ke dalam analku, Azni dan Salma bergantian menduduki perutku dan memasukkan penisku ke dalam vagina dan anal mereka secara bergantian.

Arie dengan penis buatannya juga mampu menyetubuhi Azni dan Salma secara bergantian sambil memintaku merojok vagina dan analnya dari belakang. Kisah itu akan kuceritakan pada kali berikut. Sayang, ketika Armand pulang, Arie sudah kembali ke Australia, sebab ia mendapat kesempatan untuk meneruskan ke jenjang master, sehingga hanya cerita yang ia peroleh dari kami walaupun rasa penasaran membuatnya begitu ingin bertemu dan main bersama Arie.

Incoming search terms:

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *